DAMRI Siap Operasikan 24 Armada Perintis di Denpasar, Bali

24 Armada Perintis siap beroprasi di Denpasar/foto. DAMRI

3 Maret 2022, 00:05 WIB

SKALA.ID –  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Perum siap mengoperasikan 24 unit armada bus perintis jenis microbus di , .

Khusus untuk wilayah , beberapa rute perintis yang dilayani oleh DAMRI:

  1. Terminal Bangli – Songan, tarif yang dikenakan sebesar Rp5.000, dengan jadwal keberangkatan setiap hari, yaitu pukul 06.00 – 15.00 WITA;
  2. Terminal Bangli – Tejakula, tarif yang dikenakan sebesar Rp10.000, dengan jadwal keberangkatan setiap hari, yaitu pukul 06.00 – 14.00 WITA;
  3. Terminal Bangli – Catur, tarif yang dikenakan sebesar Rp5.000, dan jadwal keberangkatan setiap hari, yaitu pukul 07.00 – 10.00 WITA;
  4. Tenten – Desa Terunyan, tarif yang dikenakan sebesar Rp5.000, dengan jadwal keberangkatan setiap hari, yaitu pukul 06.00 – 09.00 WITA;
  5. Bayunggede – Desa Terunyan, tarif yang dikenakan sebesar Rp5.000, dengan jadwal keberangkatan setiap hari, yaitu pukul 06.00 hingga 09.00 WITA.
  6. Suana-Ped, tarif yang dikenakan sebesar Rp5.000 dengan jadwal keberangkatan setiap hari, yaitu pukul 06.00, 09.00, 12.00, dan 14.00 WITA;
  7. Batununggul – Batumadeg, tarif yang dikenakan sebesar Rp10.000 dengan jadwal keberangkatan setiap hari, yaitu pukul 06.00, 09.00, 12.00, dan 14.00 WITA.
  8. Junggut Batu – Lembongan, tarif yang dikenakan sebesar Rp10.000, dengan jadwal keberangkatan setiap hari, yaitu pukul 06.00 hingga 09.00 WITA.

Plt. Sekretaris Perusahaan DAMRI Siti Inda Suri menympaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepercayaan tersebut.

“Layanan perintis memberikan pengaruh yang signifikan terhadap mobilitas masyarakat di wilayah 3TP. Tersedianya transportasi sangat menunjang aktivitas masyarakat yang secara tidak langsung dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi baik regional maupun nasional,” jelas Siti Inda Suri Rabu (2/3/2022) dilansir dari InfoPublik.id.

DAMRI perintis ini hadir sebagai solusi transportasi di area-area yang masih terisolasi untuk dapat meningkatkan mobilitas dan produktifitas masyarakat di area tersebut.

“Kemudian, harapan lainnya dengan hadirnya perintis dapat mewujudkan sistem transportasi yang berkelanjutan (sustainable transport) salah satunya dengan menciptakan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” pungkasnya.***

Artikel Terkait