Catat, Mulai 14 Oktober Bandara Ngurah Rai Terbuka Untuk Penerbangan Internasional

Untuk sementara, wisatawan yang diizinkan bisa terbang langsung ke Bali dipilih dari negara-negara yang kondisi pandeminya juga telah melandai

8 Oktober 2021, 00:08 WIB

SKALA.ID – Bandara Ngurai Rai mulai dibuka untuk penerbangan internasional mulai 14 Oktober 2021. Untuk sementara, hanya dari negara tertentu. Persyaratan testing, karantina, dan prokes.

Situasi pandemi di Pulau juga telah melandai selaras dengan tren nasional. Poin lebih dari adalah cakupan vaksinasinya yang hampir mencapai 100 persen sasaran dosis pertama, dan lebih dari 70 persen dari mereka sudah menjalani dosis kedua.

Secara umum, warga Bali sudah kembali sehat, cukup terlindungi dari pasang-surutnya arus pandemi, dan siap kembali produktif menjalankan sektor andalannya yaitu pariwisata.

Baca Juga: 
Penerbangan Internasional Bandara Ngurah Rai Bali Akan Dibuka, Perkuat Kesiapan Cegah Masuknya Virus Varian Baru Covid-19

Rapat kabinet reguler mengenai evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (), yang digelar Senin 4 Oktober 2021 lalu di Kantor Kepresidenan RI di Jakarta juga telah memutuskan untuk membuka kembali akses langsung orang asing ke Bali

Dikutip dari laman Indonesia.go.id, Bandara Ngurah Rai Bali akan dibuka untuk perjalanan internasional mulai 14 Oktober 2021. Untuk sementara, wisatawan yang diizinkan bisa terbang langsung ke Bali dipilih dari negara-negara yang kondisi pandeminya juga telah melandai.

“Bandara Ngurah Rai Bali akan dibuka untuk internasional pada 14 Oktober 2021. Negara-negara yang akan kita buka seperti Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Abu Dhabi, Dubai, kemudian juga New Zealand,” ujar Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan yang juga menjadi Koordinator Penanganan PPKM Jawa-Bali, dalam keterangan persnya secara virtualnya, seusai rapat kabinet

Baca Juga: 
Bali Buka Pariwisata, Kemenkumham Tunjuk Imigrasi Menerima Wisman

Menko Luhut pun menggaris bawahi, wisatawan mancanegara (wisman) yang ke Bali harus pula memenuhi syarat perjalanan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Antara lain, karantina selama delapan hari, menunjukkan tanda bukti pemesanan hotel, serta melakukan tes Covid-19 dengan hasil negatif/nonreaktif.

“Setiap penumpang kedatangan internasional harus punya bukti booking hotel untuk karantina minimal delapan hari dengan biaya sendiri,” ucap Luhut.

Baca Juga: 
PPKM Turun Level, Bali Mulai Ujicobkan Buka Tempat Wisata

Artikel Terkait