Berlaku Besuk, Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Menjadi Rp 45.000

23 September 2021, 22:39 WIB

SKALA.ID – PT KAI menyediakan fasilitas Rapid di stasiun dengan harga terjangkau bagi para calon pelanggan yang ingin melengkapi persyaratan naik kereta api Jarak Jauh.

Layanan Rapid di Stasiun Kereta turun menjadi Rp. 45.000 dari harga sebelumnya Rp. 85.000. Tarif tersebut berlaku mulai 24 September 2021 di 64 stasiun yang melayani Rapid .

“Penyesuaian tarif tersebut, salah satu bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada pelanggan,” jelas Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Supriyanto, mengutip dari VP Public Relations KAI Joni Martinus Kamis (23/9/2021).

Baca Juga : Tim Semar FC Juara Trofeo Setelah Taklukan Pemuda Pancasila FC dan KNPI

Untuk dapat melakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen di stasiun, calon pelanggan harus memiliki tiket atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah lunas.

Sesuai SE Kemenhub No 69 Th 2021, pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama.

Pelanggan juga wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum jadwal keberangkatan.

Baca Juga : Sejak Terpilih Menggantikan Rudy, Gibran Blak-Blakan Mengaku Tak Pernah Rasakan Gaji Walikota

“Pelanggan usia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan,” imbuhnya.

KAI telah mengintegrasikan sistem boarding KAI dan aplikasi Peduli Lindungi sehingga data vaksinasi dan hasil tes Covid-19 pelanggan akan otomatis muncul pada layar komputer petugas.

“Integrasi ini bertujuan untuk mempermudah pelanggan, memperlancar proses pemeriksaan dokumen, dan menghindari pemalsuan dokumen,” lanjutnya.

Baca Juga: Squid Game Sukses Menduduki Peringkat Atas, Lengserkan Money Heist di Netflix

Bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

“KAI mendukung penuh upaya pemerintah dalam melakukan screening deteksi Covid-19 pada moda transportasi Kereta Api guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tutupnya.****

Artikel Terkait