Beberapa Aksi Gibran Parkir Mobil Dinas, Awasi Pelanggaran

9 November 2021, 19:49 WIB

SKALA.ID – Aksi unik Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka saat menyikapi ada sesuatu yang hal yang ‘tidak benar’ di kota yang dipimpinnya, seringkali ditandai dengan meninggalkan mobil dinas Inova putih dengan pelat nomor AD 1 A di lokasi tersebut.

Tercatat sudah 4 kali putra sulung Presiden Jokowi ini meninggalkan mobil dinasnya di suatu tempat. Menurut Gibran dengan meninggalkan mobil dinas tersebut sebagai bentuk kehadiran dirinya sekaligus untuk pengawasan.

Ditinggal di Kelurahan Gajahan.

Pertama Gibran meninggalkan mobil dinasnya di depan Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon.
Saat itu ada informasi terjadi dugaan pelanggaran pungutan liar yang melibatkan nama Lurah Gajahan.

Dimana lurah tersebut menandatangani surat yang digunakan petugas linmas meminta dana kepada pedagang seputaran Klewer menjelang hari raya Idul Fitri. Surat beredar hingga Gibran menerima laporan dari masyarakat pada 30 April 2021.

Gibran langsung melakukan pemeriksaan hingga berujung dengan pencopotan jabatan Lurah Gajahan. Uang sumbangan juga dikembalikan kepada pedagang.

Tempat pemakaman umum (TPU) Cemoro Kembar

Dilokasi makam tersebut terjadi dugaan perusakan makam, Gibran langsung mendatangi makam pada 21 Juni 2021. Selanjutnya Gibran meninggalkan mobil dinasnya diparkir di lapangan sekitar permakaman.

Diparkir di SMK Batik 2 Solo.

Mobil dinas tersebut diparkir di depan SMK Batik 2 Solo pada Sabtu (21/8/2021) sore.

Gibran mendapat informasi SMK Batik 2 Solo akan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Padahal saat itu Solo masih menjalankan PPKM Level 4.

“Dari pihak sekolah sudah menyebarkan surat ke orang tua murid. Tanya aja ke kepala sekolah. Apakah sudah izin, apakah sudah ke Satgas COVID-19,” kata Gibran di Balai Kota Solo kala itu.

SD Negeri Nusukan Barat

Terakhir, hari ini Selasa (9/11), mobil Dinas Wali Kota Solo Gibran, Inova dengan plat nomor AD 1 A kembali terparkir di halaman sekolah.

Saat melewati sekolah tersebut Gibran melihat guru dan siswa tidak menerapkan protokol kesehatan, yakni tidak menggunakan masker.

Langkah tegas langsung diambil Gibran dengan memerintahkan untuk langsung dilakukan swab di sekolah tersebut. ****

Artikel Terkait