Bareskrim Polri Ungkap Kasus Pabrik Produksi Obat Terlarang di Yogyakarta

27 September 2021, 18:29 WIB

SKALA.ID ungkap kasus pembuatan obat keras tanpa izin di wilayah Yogyakarta. Ditemukan dua dua pabrik yang memproduksi sejumlah , diantaranya, Hexymer, Trihex, DMP, Double L, Irgaphan 20 Mg.

Terungkapnya kasus tersebut berawal saat petugas melakukan penyelidikan terkait dugaan jual beli obat keras di Cirebon, Indramayu, Majalengka, Bekasi Jawa Barat dan kawasan Jakarta Timur.

“Hasilnya sembilan orang berhasil diamankan. Mereka ini, tak memiliki izin. Tapi mereka menjual obat keras dan terlarang jenis Hexymer, Trihex, DMP, double L,” jelas Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komisaris Jenderal Agus Andrianto, kepada wartawan, Senin (27/9/2021).

Baca Juga: Kamp perbatasan Texas dikosongkan saat AS terus mendeportasi warga Haiti

Menurut Agus mengkonsumsi obat tersebut dapat menimbulkan sejumlah efek samping. Mulai dari depresi hingga kejang-kejang, bahkan dapat juga menimbulkan cemas maupun halusinasi.

ini bisa menimbulkan efek depresi, sulit berkonsentrasi, mudah marah, gangguan koordinasi seperti kesulitan berjalan atau berbicara, kejang-kejang, cemas hingga halusinasi,” ucap Agus.

Petugas juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya satu unit truk colt diesel dengna nomor polisi AB 8608 IS. Kemudian 30.345.000 butir obat keras yang dikemas menjadi 1.200 colli paket dus.

Baca Juga: Perilaku Dianggap Tak Rasional, 21 Akun BTS Fans Club Diblokir Weibo di China

Ada sembilan mesin cetak pil Hexymer, DMP dan Doubel L, lima buah mesin oven obat, dua buah mesin pewarna obat, satu buah mesin cording/printing untuk pencetak.

Sebanyak 300 sak lactose dengan berat total sekitar 800 Kg. Selanjutnya, 100 Kg Adonan Bahan pembuatan obat keras dan 500 Kardus warna coklat. Terakhir, 500 botol kosong tempat penyimpanan obat keras.

Kepada mereka dijerat pasal 60 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja tas perubahan Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan subside Pasal 196 dan/atau Pasal 198 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55 KUHP.

Baca Juga: Squid Game Sukses Menduduki Peringkat Atas, Lengserkan Money Heist di Netflix

Dengan ancaman pidana selama 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar subside 10 tahun penjara.

“Para tersangka juga dijerat Pasal 60 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp200 juta,” tutupnya. ****

Artikel Terkait