Bank Jateng Klaten Dibobol, Kerugian Capai Rp 1,6 Miliar

Sebagian besar korban adalah ASN dan pensiunan serta masyarakat umum

9 September 2021, 08:29 WIB

SKALA.ID – Bank Jateng bergerak cepat merespon pembobolan saldo rekening banknya. Sekertaris Perusahaan Bank Jateng, sampai Rabu 8 September 2021, ada 53 yang menjadi korban .

Total kerugian yang diderita sebesar Rp1,6 Miliar. Sebagian besar korban adalah ASN dan pensiunan serta masyarakat umum. Atas semua itu, pihak manajemen Bank Jateng mengganti semua saldo yang hilang.

“Pihak manajemen mengganti semua kerugian nasabah. Sampai hari ini ada 53 orang dengan kerugian Rp1,6 Miliar,” jelas Herry kepada wartawan, kemarin.

Baca Juga: Rekening Nasabah Bank Jateng di Klaten Raib, Ini Penjelasan Ahli Hukum ITE UNS

Sebelum kerugian diganti, pihak bank akan melakukan verifikasi data terlebih dahulu, apakah benar yang bersangkutan benar-benar menjadi korban skimming atau tidak.

“Dari 53 nasabah akan kami cek apakah benar-benar mereka terdampak skimming itu. Begitu ada laporan, maksimal dua hari, saldo sudah masuk lagi. Sebagian nasabah ada yang sudah diganti hari ini,” tambah Herry.

Herry mengakui, para pelaku skimming memanfaatkan kemajuan IT. Pihaknya juga akan terus mewaspai akan hal ini, agar tidak terulang kembali di kemudian hari.

Baca Juga: Klaten Gempar, Sejumlah Rekening Milik ASN Dikabarkan Raib

Salah satu korban , Hanindya, mengetahui saldo rekening miliknya berkurang pada Selasa dinihari 7 September 2021.

Ia curiga saat menerima notifikasi pengambilan uang via ATM pada Selasa dini hari sebanyak empat kali. Nominal uang yang diambil saat itu sekitar Rp25 juta.

Baca Juga: Antisipasi Terjadinya Skimming ATM, Ini Penjelasan Ahli Hukum ITE yang Harus Dilakukan Nasabah

“Ini kan aneh, saya berada di rumah, kok dinihari ada notifikasi pengambilan uang di ATM. Setelah saya cek ternyata benar lalu melaporkan hal ini ke pihak bank. Alhamdulillah sekarang sudah diganti,” kata Hanindya.(Ian)***

Artikel Terkait