Antisipasi Penyebaran Varian Mu, Ganjar Beli Alat Tes Whole Genome Sequencing

Pihaknya juga sudah memprsiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk menjalani pelatihan bagaimana prosedur penggunaan alat tersebut

7 September 2021, 23:52 WIB

SEMARANG – Mutasi yang kian berkembang. Sebelumnya diketahui ada varian delta, belakangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengkonfirmasi adanya varian baru yakni B.1.621 yang dikenal dengan varian Mu.

Mengantisipasi penyebaran varian baru Covid-19 tersebut Gubernur Jawa Tengah, , telah membeli alat tes Whole Genome Sequencing (WGS). Dimana alat tersebut mampu mendeteksi keberadaan varian baru Covid-19 ini.

“Kita sudah membeli Whole Genome Sequencing untuk antisipasi itu. Harapan kita nanti kalau ada varian baru, bisa tes dan bisa diantisipasi,” katanya dilansir dari laman jatengprov.

Pihaknya juga sudah memprsiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk menjalani pelatihan bagaimana prosedur penggunaan alat tersebut. Bahkan beberapa sampel juga sudah diambil untuk pengetesan.

“Mudah mudahan minggu depan sampel yang diambil bisa lebih banyak lagi, sehingga kita bisa mendeteksi sejak awal varian itu,” terangnya

Meskipun ada varian baru mulai muncul, namun kasus Covid-19 di Jateng mengalami penurunan. Ganjar meminta penurunan ini tetap disikapi dengan waspada.

“Turunnya kasus, BOR () dan perbaikan grafik grafik yang ada ini jangan sampai membuat kita terlena. Tidak boleh. Maka semuanya saya minta tetap menjaga,” tegasnya.

Penurunan jumlah kasus positif juga berdampak pada penurunan kebutuhan tempat isolasi terpusat (isoter). Saat ini, tempat isoter asrama haji dengan daya tampung 684 tempat tidur, hanya terisi 31 pasien saja.

Hal ini juga terjadi di tempat isoter lain. Termasuk tempat isolasi terpusat di BPSDMD Jateng, dari kapasitas 216 tempat tidur saat ini hanya terisi 15 pasien.(Ian)***

Artikel Terkait