Antisipasi Antraks di Gunung Kidul Meluas, Kementan Turunkan Tim ke Lokasi

Tim Kementan lakukan pemeriksaan ansipasi penyebaran antraks/dok. Kementan

6 Februari 2022, 14:10 WIB

SKALA.ID – Antisipasi kasus Antraks di Gunung Kidul meluas, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat laksanakan upaya mitigasi dan isolasi wilayah dengan menurunkan Tim kesehatan hewan ke lokasi.

Direktur Jenderal PKH, Nasrullah, juga telah menerbitkan surat edaran menyikapi kasus Antraks di Gunung Kidul.

Dirjen Nasrullah meminta agar Dinas Peternakan Provinsi DI Yogyakarta serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunung Kidul terus melakukan tindakan pencegahan serta pengendalian Antraks, sesuai standar penanganan dalam suratnya.

Hindari Risiko Bencana Krakatau, Hewan Rencananya Species Ini Dipindah ke Wilayah Taman Nasional Halimun

“Pastikan vaksinasi di daerah yang pernah tertular dilakukan secara rutin dan pengawasan lalu lintas ternak lebih ketat lagi. Antraks mudah menular melalui spora. Hindari pemotongan hewan sakit,” ucapnya seperti dikutip dari laman InfoPublik.go.id, Minggu 6 Februari 2022.

Secara teknis dilapangan, Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen PKH, Nuryani Zainuddin, mengatakan sesuai arahan Dirjen PKH pihaknya sudah merespon cepat.

“Untuk membantu penanganan, kami sudah turunkan Tim medis kesehatan hewan. Mitigasi resiko dan isolasi wilayah kita lakukan untuk mencegah menyebaran, mengingat Antraks mudah sekali menyebar,” jelas Nuryani.

Tim Ekspedisi Beberkan 7 Temuan Isi dasar Sumur Neraka Yaman

Dari hasil investigasi kasus tersenut terjadi di Desa Gombong, Kecamatan Ponjong dan Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedang Sari, dengan total kasus sebanyak 11 ekor sapi dan 4 ekor kambing dilaporkan mati, serta ada 23 orang dilaporkan mengalami kasus Antraks kulit.

“Saya telah instruksikan agar Tim berkoordinasi dengan instansi terkait yang menangani kesehatan hewan di Kabupaten Gunung Kidul dan Provinsi DI Yogyakarta. Balai pengujian kesehatan BBVet Wates telah juga diturunkan,” tambahnya.

Direktur Kesehatan Hewan juga menyampaikan selain membawa bantuan obat-obatan untuk penanganan kasus di Gunung Kidul, tim juga melakukan sosialisasi kepada peternak untuk tidak memotong ternak yang sakit. Selain itu edukasi melapor jika ada ternak sakit atau mati mendadak kepada petugas kesehatan hewan terdekat.

Wisata Malam Belanja dan Kuliner Ikan Segar di Solo Dengan Jenis Beragam, Inilah Tempatnya

“Penanganan cepat ini diharapkan dapat mengendalikan kasus, sehingga tidak meluas ke lokasi lainnya. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk pengendalian,” harapnya.

Sementara itu, Retno Widyastuti dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunung Kidul menyebutkan bahwa kasus Antraks di Gunung Kidul ini telah ditangani dengan baik dan penelusuran kasus telah dilakukan bersama dengan Dinas Kesehatan.

“Kami memiliki Satgas One Health, sehingga informasi kasus dapat direspon cepat dan telah melibatkan lintas sektor,” pungkasnya.***

Foto: Kementan/Istimewa

Artikel Terkait