14 Remaja Pelempar Kereta Api di Jalur Kereta Purwosari – Gawok Dapatkan Pembinaan

Aksi nekat 14 pelajar yang terekam video kini dapatkan pembinaan terkai aksinya yang bisa membahayakan banyak orang.

6 April 2022, 22:05 WIB

SKALA. ID – Sebanyak 14 remaja pelempar kereta api di api Purwosari-Gawok berhasil diamankan. Mereka telah diberikan pembinaan oleh bersama jajaran Polsek Laweyan, Surakarta.

“Para pelaku berhasil kami amankan hari ini dan langsung dibina dihadapan orang tuanya. Ada 14 remaja SMP dan SMA yang Kami bina bersama jajaran Polsek Laweyan, Kota Surakarta,” jelas Manajer Humas KAI Daop 6, Supriyanto, Rabu (6/4/2022).

Kepada mereka diberikan pemahanan bahwa tindakan mereka melakukan pelemparan terhadap kereta yang sedang berjalan sangat berbahaya. Aksi mereka bisa berujung pidana.

“Kami tekankan agar mereka tidak melakukan perbuatan tersebut karena membahayakan dan terancam hukuman pidana,” ungkap Supriyanto.

Istri Tertangkap Kamera ETLE Tak Pakai Sabuk Pengaman,  Mantan Walikota Solo Bayar Denda Tilang 

Sebelumnya beredar video sekelompok remaja berada di dan melempari kereta yang melintas. Dalam video yang direkam tanggal 4 April 2022 tersebut, nampak para remaja sedang berlarian di api untuk menghindari kejaran seorang petugas security stasiun.

Ditambahkan Supriyanto perbuatan iseng kerap kali melatar belakangi pelemparan kereta api namun akibatnya bisa fatal untuk penumpang serta petugas. Selain itu, jalur KA bukanlah tempat bermain. Karena keasikan bermain, seringkali berujung maut.

“Bahkan, ancaman hukumannya pun jelas diatur dalam undang-undang,” tegasnya.

Watu Amben Ini Dipercaya Masyarakat Pernah Jadi Tempat Pasujudan Wali

Mereka bisa di hukuman pidana atas aksi pelemparan terhadap kereta api telah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Bab VII mengenai Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang atau Barang Pasal 194 ayat dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun.

Masih di pasal yang sama pada ayat 2 dinyatakan bahwa jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Lanjut dia, larangan pelemparan terhadap kereta api juga telah diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dimana pada Pasal 180.

“Kami mengimbau agar tidak ada lagi pelemparan kereta. Setiap upaya perusakan sarana kereta api akan ditindak tegas melalui jalur hukum,” tandas Supriyanto.***

Artikel Terkait